SOSIALISASI KARTU TANI

Pule SIP.  Distribusi pupuk subsidi mulai tahun depan menggunakan skema tertutup dengan Kartu Tani. Petani akan mendapatkan jatah subsidi sesuai lahan garapannya.

Tahap awal program Kartu Tani berjalan di Pulau Jawa mulai 2018. Seperti  yang  disampaikan direktur Pupuk dan Pestisida Kementerian Pertanian (Kementan), Muhrizal Sarwani, menjelaskan kartu tani yang memiliki saldo ini juga bisa digunakan sebagai kartu debit atau tabungan bagi petani.

“Nanti belakangan jadi kartu debit, dia harus menabung. Uangnya dia sendiri, kalau dia dapat bantuan pemerintah bisa lewat situ,” jelas Soegito Koordinator PPL Selogiri dalam  sosialisasi  kartu tani  di  Desa Pule yang di hadiri kurang lebih  300 petani.

Menurut  Camat  Selogiri  yang  di  wakili  oleh  Sekcam  Kec. Selogiri , sebagaimana Kartu Keluarga Sejahtera untuk distribusi bantuan pangan non tunai, pemerintah akan menstrasfer saldo sesuai jumlah subsidi yang diterima petani berdasarkan lahan garapannya. Uang di kartu tani hanya bisa dicairkan untuk membeli pupuk subsidi di kios-kios resmi lewat mesin EDC.

“Itu tak bisa diuangkan, hanya untuk beli pupuk subsidi. Pakai kartu, dia bisa beli pupuk urea Rp 1.800/kg, kalau non subsidi 4.800/kg, artinya dapat Rp 3.000/kg yang disubsidi,” tutur Muhrizal.

di peragakan  juga bagaimana  cara pengunaan kartu  tani  oleh  Bank  BRI untuk di tunjuk sebagai bank  pelaksana kegiatan ini.

Penggunaan Kartu Tani dilakukan untuk meminimalkan penyelewengan penggunaan pupuk. Selain itu, lewat kartu, penyerapan dan distribusi pupuk bisa lebih terpantau.

“Kalau tanpa kartu bisa tambah parah lagi, kalau dengan kartu jatah sudah jelas karena lahannya berapa. Tebus nanti di kios, hampir sama kayak non tunai beras. Dia hanya ke kios tertentu yang sudah ditentukan, dan hanya boleh nebus, tapi uangnya enggak boleh diuangkan, kalau kita urea, NPK, ZA, organik, misalnya masing-masing jatahnya 50 kg,” terang soegito (topo/red)

Facebook Comments

Jadi yang Pertama Berkomentar

Tinggalkan Balasan