HALAL BIHALAL WARGA DESA PULE

  Pule 1/7/2018, Bertempat di Rumah  Kepala Desa Pule Dusun jetak Desa Pule telah berlangsung acara Halalbihalal Keluarga masyarakat desa Pule bersama pemerintahan Desa Pule . Dalam acara tersebut turut hadir  Camat dan Sekcam Kec. Selogiri  bersama istri juga anggota dewan Kab. Wonogiri Bp. Sardi.

Dalam konteks ini halalbihalal merupakan media yang paling efektif untuk merajut kembali hubungan yang membeku dengan cara saling memaafkan dan menyadari kekhilafan masing-masing. Seperti yang disampaikan Sekretaris Camat Selogiri Bp.  Totok  Tri Mulyarto, S.IP,MM dalam sambutannya bahwa sangatlah tepat apabila kita mengadakan acara halalbihalal setelah melaksanakan ibadah puasa di bulan Ramadhan karena pada acara tersebut telah memberikan kesempatan kepada semua orang menyampaikan mohon maaf lahir batin, yang mana salah satu untuk mengurangi dosa-dosa kita adalah dengan cara bersilaturahmi dan saling memaafkan antara kita semua. “Setiap orang yang berhalabihalal akan mendapat manfaat yang besar yaitu untuk membebaskan diri dari perbuatan dosa,”ujarnya.

Pemerintah Desa Pule juga senantiasa meningkatkan pelayanan kepada masyarakat. Kepala desa pule dalam  sambutan  juga memohon maaf kepada masyarakat apabila ada kesalahan dan kekurangan  dalam  memberi pelayanan. Dan diharapkan juga di dalam acara halalbihalal juga dibangun komitmen bersama untuk melepaskan diri dari segala perbuatan yang kurang baik atau negatif, untuk selanjutnya menanamkan niat untuk melakukan hal-hal yang baik dan bermanfaat bagi orang lain.

Dengan demikian dengan adanya acara halalbihalal diharapkan hubungan yang selama ini keruh dan kusut dapat segera diurai dan dijernihkan. Halalbihalal bermakna untuk merekontruksi relasi kemanusiaan yang lebih sejuk dan menentramkan.

Acara diakhiri dengan Tausiyah dari  ustad Ahmad Budiarto dari Kab, Purwodadi dan  bersalaman  yang diawali oleh camat dan kepala desa juda tamu  undanagan. Suasana halalbihalal yang penuh dengan nuansa reigius, kekeluargaan dan keterbukaan membuat semua orang yang hadir tidak memiliki beban psikolgis tertentu. Pada saat itulah komunikasi sehat bisa terbangun dengan baik. Pada gilirannya muncul keinginan untuk saling membantu dan saling membesarkan khususnya peningkatan pelayanan kepada masyarakat yang lebih baik lagi. (tp/topo)

Facebook Comments

Jadi yang Pertama Berkomentar

Tinggalkan Balasan